Wisata Gunung Rinjani- 6 Bentang Alam Pemanja Mata

Gunung Rinjani yang merupakan bagian dari 7 Summits of Indonesia dengan ketinggian 3726 mdpl pastinya menyimpan banyak harta keindahan alam. Bahkan Gunung ini bisa menarik banyak wisatawan asing untuk mencoba. Letaknya yang ada di Pulau Lombok menjadi satu kesatuan dengan wisata 3 Gili, Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan menjadi salah alasan mengapa banyak wisatawan asing kesini. Seringnya wisatawan asing setelah turun dari Rinjani, kemudian berlanjut berwisata di 3 gili atau bisa juga sebaliknya.


Menariknya dari Rinjani, jalur pendakiannya ada banyak dengan tantangan dan keindahan alamnya masing-masing. Tiga jalur yang paling dikenal adalah jalur Sembalun, jalur Torean, dan jalur Senaru. Dari ketiga ini, jalur Sembalun menjadi yang paling sering diakses oleh wisatawan asing dan pendaki lokal. Mengapa demikian? Dibandingkan dengan dua jalur lainnya, jalur Sembalun bisa dikatakan jauh lebih santai karena relatif landai.


Kali ini aku akan membagi indahnya pemandangan alam Rinjani yang pastinya membuat mata kalian termanjakan, yang kudapatkan dari jalur masuk Sembalun kemudian keluar di Senaru.

Savana dan Perbukitan Hijau

Selama perjalanan dari basecamp Sembalun menuju ke pos 1, pos 2, hingga pos 3, savana dan deretan bukit yang menghijau menjadi pemandangan memanjakan mata. Tetapi ingat, hijaunya alam tetap tergantung musim apa kalian berkunjung. Kalau dimusim kemarau, jelas hamparan savana dan bukit kuning yang kalian dapat.



Pelawangan Sembalun

Tempat ini merupakan tempat mendirikan tenda sebelum melakukan perjalanan ke puncak. Untuk mencapai tempat ini kalian harus menaiki bukit yang nampak seperti tidak ada habisnya. Dikenalnya dengan sebutan Bukit Penyiksaan.


Lahan di sini cukup sempit. Bentuknya ramping tapi memanjang. Selain itu, Pelawangan Sembalun termasuk persimpangan karena dari sini kalian bisa memilih untuk melanjutkan perjalanan turun menuju Segara Anak atau kembali turun ke Sembalun kembali. Kalian akan mendapatkan dua pemandangan eksotis. Satu sisi melihat Segar Anak. Sedangkan sisi lainnya melihat punggung puncak Rinjani.



Puncak Rinjani

Puncak Gunung Rinjani berada di 3726 mdpl. Di sini kalian akan bisa melihat secara utuh Danau Segara Anak beserta anak Rinjani yang ada jauh di bawah. Tentu dengan pemandangan sebagus ini ada upaya dan kerja keras yang harus ditempuh terlebih dahulu. Ceritaku mengenai kerja keras menggapai Puncak Rinjani bisa kalian cek pada artikelku sebelumnya dengan berjudul "Puncak Rinjani Membuatku Berkenalan Dengan Dualitas Diriku" yang terbagi menjadi bagian1 dan bagian2



Danau Segara Anak

Untuk mencapai danau ini bisa dikategorikan cukup sulit terutama ketika saat baru awal turun dari Pelawangan Sembalun. Medan seperti anak tangga namun tersusun dari bebatuan yang terkadang ada susunan yang tidak rapi atau bahkan sudah hilang membuat kita harus mencari langkah kita sendiri. Setelah turunan itu selesai, medan menjadi jauh lebih mudah. Lurus tetapi panjang.


Tenang saja, rasa capai sebelumnya pasti terbayar lunas di danau ini. Danau ini digunakan sebagai tempat mendirikan tenda. Enaknya di sini adalah sambil berkemah kalian bisa memancing. Tapi kalau aku pribadi lebih memilih untuk berdiam diri saja mencari ketenangan hati dan pikiran. Ingat juga, kalau kalian niat memancing, berarti alat pancing harus dibawa mulai dari bawah. Tidak ada persewaan alat disini. Kala itu aku tidak mendirikan tenda disini. Hanya menyempatkan istirahat sebentar lalu melanjutkan perjalanan kembali naik ke Pelawangan Senaru.



Pelawangan Senaru

Pemandangan terbaik dari Rinjani menurutku ada di sini. Mata lebih termanjakan di sini dibandingkan pemandangan dari Puncak Rinjani. Kalau di sini kalian seperti berhadapan depan-depanan dengan puncak Rinjani, Danau Segara Anak, dan Anak Rinjani secara bersamaan. Ketika melihat pemandangan ini, aku langsung berdoa dalam hati karena diizinkan untuk menikmati ini. Keindahan itu tidak berhenti di depan saja. Cobalah tengok kebelakang. Kalian bisa melihat wisata andalan Lombok lainnya yaitu Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan. Bonus terbaiknya adalah Gunung Agung yang ada di Bali juga bisa terlihat dari sini. Lahan berkemah di sini jauh lebih sempit dibandingkan Pelawangan Sembalun. Selain sempit, lahannya juga berlapis-lapis. Menurutku cukup sulit menemukan tempat mendirikan tenda yang nyaman dan lega disini.



Pintu Senaru

Memang ini hanya sebuah gerbang. Tapi menurutku pribadi, gerbang ini maknanya sungguh besar. Oleh karena itu harus mengambil foto disini.


Kenapa besar? Apabila posisi kalian seperti aku yaitu turun dari Pelawangan Senaru, gerbang ini menjadi titik terakhir penyiksaan lutut dan kaki. Perjalanan turun dari Pelawangan Senaru ke gerbang ini sangatlah jauh dengan medan seperti menuruni anak tangga tiada henti. Kala itu lutut dan kakiku seperti sudah memiliki otak sendiri. Bisa bergerak ke kiri dan ke kanan atas kemauannya sendiri. Sedangkan apabila posisi kalian mau memulai pendakian dari jalur Senaru, berarti kalian akan disambut jalur menaiki anak tangga yang tiada henti juga. Ditambah di jalur ini memasuki hutan. Vegetasinya rapat. Akan menambah sensasi seram apabila kalian berani berjalan menembus malam. Jadi, kesimpulannya mau naik atau turun lewat jalur Senaru, lutut dan kaki kalian harus siap.



Itulah keindahan alam Gunung Rinjani yang bisa kalian nikmati. Tentunya harus ada keringat usaha yang kalian keluarkan terlebih dahulu. Di situ letak seni mendaki.


Salam Gunung itu Guru.

11 tampilan