Tiba Saatnya Wisata Papua Unjuk Gigi

Kalau kita bicara mengenai sektor pariwisata Indonesia, bisa kita rasakan bersama-sama bahwasanya makin hari makin pesat pertumbuhannya. Pertumbuhan ini berjalan seiring dengan makin maraknya penggunaan media sosial yang memudahkan masyarakat Indonesia dimanapun mereka berada untuk terus menyebarluaskan informasi wisata yang ada di sekitarnya. Secara tidak langsung, keberadaan media sosial telah berkembang menjadi ajang untuk unjuk gigi antar orang Jadi, secara tidak langsung pula keberadaan media sosial akan terus merangsang masyarakat Indonesia untuk terus melakukan eksplorasi ke berbagai tempat baru sebagai bahan konten unjuk gigi mereka.



Contoh nyata yang bisa kita saksikan bersama adalah majunya wisata di Flores yang disebabkan oleh informasi potensi wisatanya sudah tersebar luas pada media sosial. Sebelum media sosial muncul kemungkinan kebanyakan dari kita yang tidak tinggal di pulau tersebut tidak akan mengetahui keindahan alam yang dimilikinya. Hal ini aku alami sendiri. Selama masa pendidikanku, aku hanya tahu bahwa Indonesia punya hewan Komodo yang pernah menjadi salah satu keajaiban dunia. Tetapi, aku tidak pernah tahu bahwa Labuan Bajo adalah daerah yang menjadi pintu akses untuk bisa melihat hewan tersebut dan Labuan Bajo juga memiliki keindahan alam laut yang luar biasa cantik. Sejak media sosial gencar dipakai, baru mulai muncul agen wisata lokal maupun dari luar daerah Labuan Bajo yang menawarkan jasanya. Melalui media sosial agen-agen itulah aku baru mengerti indahnya Labuan Bajo dan pada akhirnya aku berhasil mencicipinya.


Majunya sektor pariwisata ini akan ikut membawa dampak positif yang cukup signifikan bagi sektor-sektor lainnya yang hasilnya bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat dan wilayah sekitar. Masih dengan contoh Labuan Bajo, sektor pembangunan di sana tumbuh pesat. Banyak orang yang makin percaya untuk menanamkan uangnya/berinvestasi karena melihat peluang perkembangnya masih sangat besar dan luas. Bukti konkritnya adalah salah satu hotel besar dan ternama yang awalnya ada di Bali, sekarang sudah membuka cabang di Labuan Bajo.


Dengan pesatnya pembangunan tersebut, maka lapangan pekerjaan yang tersedia bagi masyarakat sekitar otomatis juga akan ikut semakin terbuka lebar. Taraf hidup masyarakat sekitar bisa ikut terangkat naik karena mereka mendapatkan kesempatan yang lebih lebar untuk meningkatkan pendapatan perekonomian mereka. Secara keseluruhan, sektor perekonomian mendapat dampak positif yang signifikan.


Selain itu, dengan banyaknya wisatawan baik dari luar maupun dalam negeri, maka semakin banyak juga arus modernisasi yang masuk ke Labuan Bajo. Arus modernisasi akan semakin cepat tertular. Dengan arus modernisasi maka cara hidup dan cara berfikir masyarakat Labuan Bajo akan ikut semakin berkembang.


Apabila cara berfikir masyarakat berkembang maka kesadaran masyarakat akan ikut turut berkembang. Kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam menjadi suatu hal yang mudah dipahami. Masyarakat akan menjadi paham bahwasanya mereka hidup berdampingan dengan alam. Maka, mereka dengan sepenuh hati akan rela menjaga kelestarian dan kelangsungan alam yang ada di sekitar mereka. Kalau disimpulkan, bisa dikatakan sebenarnya sektor pariwisata adalah pintu gerbang untuk menuju perkembangan sektor-sektor lainnya yang saling terkait satu sama lain.


Kalau Labuan Bajo bisa, maka daerah Indonesia lainnya juga pasti bisa! Papua sebagai bintang utama dari Indonesia bagian Timur seharusnya sangat bisa mengikuti jejak sukses Labuan Bajo untuk mengembangkan sektor pariwisatanya. Sekarang tinggal kita nilai Papua kuat pada pariwisata apa.


Bagiku pribadi, Papua kuat pada pariwisata alamnya sama dengan Labuan Bajo. Papua kaya akan hutan, bukit, dan lautan yang sebagian besar masih lestari. Oleh karena itu, cocok disebut Papua destinasi wisata hijau. Sekarang mari kita coba bayangkan bersama-sama apabila Papua bisa mengalami kemajuan yang sama dengan Labuan Bajo melalui pintu pariwisata alamnya. Sektor-sektor lainnya, masyarakat, dan wilayah di Papua dipastikan akan turut berkembang secara pesat juga. Kemajuan Papua sudah terus diupayakan, salah satunya oleh yayasan EcoNusa yang menjadi salah satu gerbang kemajuan Indonesia Timur.


Pembahasan seringnya akan berlanjut kepada masalah yang selalu dikeluhkan oleh mayoritas penduduk Indonesia terutama yang tinggal di Pulau Jawa dengan kepadatan penduduk yang lebih besar yaitu biaya berwisata ke Papua jauh lebih mahal dibandingkan biaya berwisata ke luar negeri. Masalah ini memang masalah yang tidak bisa diselesaikan semudah membalikan telapak tangan. Tetapi, susah bukan berarti tidak ada solusi. Cara pandang terhadap masalah ini masih bisa diubah.


Bagiku pribadi, harga mahal itu bisa diperjuangkan. Harga mahal bukan berarti tidak bisa tercapai. Namanya manusia kalau sudah memiliki keinginan pasti bersedia mengeluarkan biaya semahal apapun, walaupun itu harus menabung cukup lama. Papua harus pintar mengatur pemasaran dirinya. Bagaimana Papua bisa memancing orang untuk menjadikan dirinya sebagai destinasi wisata impian. Bagaimana Papua bisa berada di dalam bucket list para wisatawan lokal. Bagaimana Papua bisa membuat orang merasa telah membuat pencapaian yang luar biasa ketika berhasil menginjakan kakinya ke Papua.


Kembali kepada contoh Labuan Bajo. Sampai sekarang pun, biaya untuk wisata ke Labuan Bajo tidak semurah ke Malaysia. Namun, wisatawan dari Jawa juga terus berdatangan. Labuan Bajo pandai dalam memasarkan dirinya hingga dirinya juga bisa menarik perhatian pemerintah pusat. Mungkin tidak bisa berharap banyak pada kunjungan wisatawan lokal, tapi masih bisa menaruh harapan besar pada kunjungan wisatawan mancanegara.



Apabila aku pribadi mendapatkan kesempatan menginjakan kaki di tanah Papua, keinginan pertama untuk kucapai adalah bisa bersantai di Raja Ampat dan menikmati keindahan alamnya dengan trekking atau snorkling. Tidak dengan scuba diving karena aku memiliki ketakutan akan gelapnya lautan dalam. Raja ampat adalah impian tertinggiku dalam konteks bermain dengan pantai.


Kedua adalah mengunjungi Lembah Baliem di Wamena untuk bisa melihat hijaunya lembah di sana dan tentunya kalau memungkinkan mengunjungi suku pedalamnya untuk melihat tradisi bakar batu dan merasakan hasil masakannya. Aku pada dasarnya senang melihat dan mencoba belajar hal-hal baru seperti ini.


Terakhir adalah impian yang paling susah diwujudkan yaitu mencapai puncak Gunung Jayawijaya sebagai puncak tertinggi di Indonesia. Ini adalah impian tertinggiku dalam konteks bermain dengan gunung.


Sekian pendapat pribadiku. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kalian semua. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya.

0 tampilan