Peremajaan Hubungan Manusia Urban dengan Alam

Sadarkah kamu kalau sekarang musim kemarau dan musim hujan sudah susah diprediksi kapan tibanya? Panas yang terjadi makin menggila, begitu juga dengan hujan yang terjadi makin besar disertai angin yang kencang. Bukan hal mengagetkan lagi. Seluruh dunia termasuk Indonesia sudah mengalami perubahan iklim yang signifikan.


Kalau dicari akar permasalahannya, salah satu penyebab terbesarnya adalah makin berkurangnya lahan hijau di dunia. Lahan hijau itu termasuk hutan. Indonesia sebagai salah satu kontributor hutan terbesar di dunia, kian hari kontribusinya kian menurun. Banyak hutan Indonesia yang sudah hancur ditangan mereka yang hanya mementingkan kepentingan diri sendiri dan keluarganya saja. Berbagai upaya perlawanan dan penanggulangan sudah banyak dilakukan. Ada yang berhasil dan ada yang tidak. Yang pasti upaya untuk memerangi mereka itu sangatlah besar, bahkan taruhan resikonya adalah nyawa.



Peran generasi muda untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik sangatlah krusial. Pendapatku pribadi sebagai salah satu generasi muda di Indonesia, ada baiknya mulai diupayakan pengimbangan dengan gerakan yang berfokus pada perbaikan mental dan kesadaran generasi muda Indonesia terutama mereka yang hidup di daerah urban. Dari generasi muda untuk generasi muda.


Sadarkah kamu bahwa sebenarnya sikap acuh generasi muda di daerah urban terhadap masalah lingkungan disebabkan oleh makin putusnya hubungan mereka dengan alam? Dalam keseharian mereka yang dilihat hanya gedung, gedung, dan gedung. Pastilah secara tidak sadar mereka akan lebih peduli terhadap gedung. Informasi itu yang mereka tangkap terus-terusan, sedangkan tempat terbuka dengan naungan tumbuh-tumbuhan masih susah ditemukan, jalur hijau makin tidak terurus, dan taman kota untuk bermain dan belajar jarang sekali ditemukan.


Kesadaran manusia urban akan pentingnya hubungan horizontal manusia dengan alam dan mental menyayangi alam harus mulai dibangun dari tempat mereka tinggal. Semoga kelak ketika generasi mudanya (yang bisa jadi adalah penerus generasi tua yang merusak) sudah memiliki hubungan yang baik bahkan memorable dengan alam, cara berbisnis yang merusak alam bisa mereka tinggalkan dengan sendirinya dan upaya perlindungan hutan Indonesia bisa menjadi kesadaran yang muncul dari dalam hati dan dimiliki oleh banyak orang.


Gambaran Jalur Hijau yang Asri

Seandainya Aku Menjadi Pemimpin


Seandainya aku mendapatkan kesempatan menjadi pemimpin di pemerintahan Indonesia, aku ingin sekali mewujudkan pendapatku diatas. Aku ingin meremajakan kembali hubungan manusia urban dengan alam dengan cara meningkatkan jumlah lahan hijau di perkotaan.


Lahan hijau yang aku maksud seperti pengembalian fungsi jalur hijau, penambahan jumlah taman kota yang bisa dipakai warga urban untuk beraktivitas dan berinteraksi, dan penambahan jumlah taman di kampung-kampung dan kluster perumahan. Tidak hanya lapangan hijau begitu saja, lahan ini akan dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi dan edukasi juga, seperti mendirikan taman bermain dengan hewan, kebun sayur hidroponik atau kebun tanaman hias yang nantinya bisa dijadikan lokasi kunjungan wisata dan edukasi. Akan ada perputaran ekonomi dan ilmu yang berbasis kesadaran pemanfaatan alam yang bertanggung jawab dan berkesinambungan.


Contoh Pemanfaatan Lahan Hijau

Program ini juga akan menggandeng pihak swasta dalam penggarapannya. Harapan dari program ini agar manusia urban bisa merasakan secara langsung enaknya, nyamannya, dan manfaat membangun hubungan horizontal dengan alam. Ketika rasa itu sudah ada dimasing-masing individu, maka menjaga alam dalam skala yang lebih besar seperti menjaga hutan akan dengan mudah dilakukan secara sadar dan tulus dari hati. Secara jangka panjang, dengan pulihnya kelestarian hutan di Indonesia, maka iklim di Indonesia juga akan ikut pulih.


Sekian gagasanku. Akhir kata jangan pernah lupakan dan tinggalkan alam karena sejatinya alam tidak butuh manusia, sedangkan manusia itu membutuhkan alam.

16 tampilan0 komentar