Menapak Gunung Semeru dengan Santai

Menapak Gunung Semeru dengan ketinggian 3676 mdpl pastinya membutuhkan persiapan yang baik. Khususnya persiapan rencana perjalanan. Meskipun predikat gunung tertinggi di Pulau Jawa tersematkan kepadanya, janganlah takut terlebih dahulu. Menantang bukan berarti tidak bisa dinikmati sambil santai. Aku akan bagikan rencana perjalanan santai menikmati Semeru.


Perjalananku ke Semeru sudah berkali-kali. Sudah seperti main ke taman bermain langganan. Dari keseringanku ini, tentunya sudah kucoba berbagai metode dan belajar dari berbagai kesalahan. Menurutku ini adalah rencana perjalanan terbaik dan tersantai. Rencana perjalanan yang akan aku jabarkan tersusun menjadi 4 hari 3 malam. Rencana perjalanan ini cocok bagi kalian yang hendak memuncak. Bagi yang tidak mau memuncak bisa dipersingkat menjadi 3 hari 2 malam. Perjalanan kita mulai dari H-1.



H-1

Saran dari aku usahakan di H-1 kalian sudah memposisikan diri di basecamp terdekat atau di kota Malang. Aku sendiri sudah mempunyai basecamp langganan. Namanya adalah Jaka Basecamp. Tempat ini dikelola oleh keluarga Pak Jaka. Letaknya di Tumpang, di perjalanan naik ke arah Gunung Bromo. Pak Jaka juga menyediakan jasa pengantaran wisata ke Bromo melalui punggung Bromo atau Bukit Teletubies. Buat kalian yang sudah bosan dengan jalur dari arah Probolinggo, bisa mencoba jalur dari Turen ini. Diseberang basecamp ini ada mini market. Ditempuh cukup dengan berjalan kaki. Hal ini akan memudahkan kalian yang masih harus melengkapi kelengkapan pendakian atau kekurangan logistik. Usahakan datang ke basecamp kalian masing-masing tidak larut malam karena kalian masih butuh istirahat dan persiapan fisik dari perjalanan yang jauh.

Hari 1

Berangkatlah dari basecamp pagi hari. Kenapa harus pagi hari?

Pengurusan izin di Desa Ranu Pani dan perjalanan menuju ke sana cukup memakan waktu. Apabila semakin siang memulai perjalanannya, maka kalian akan sampai di Ranu Kumbolo pastinya juga akan semakin malam. Tidak hanya itu, lokasi nyaman untuk mendirikan tenda akan habis diambil oleh pendaki lainnya. Bisa-bisa tanah miring yang kalian dapatkan.


Perjalanan dari basecamp ke Desa Ranu Pani kurang lebih memakan waktu 1,5 jam. Aku sarankan targetkan jam 12 siang sudah memulai perjalanan mendaki. Jadi, jam 8 pagi kalian sudah berangkat dari basecamp. Sesampainya di sana jangan lupa uruslah surat perizinan terlebih dahulu. Tidak perlu takut kepanasan untuk perjalanan jam 12 siang tersebut. Meskipun matahari tepat di atas kepala kita, masih ada pepohonan yang menjadi pemisah hubungan kalian dengan matahari.

Sesampainya di Desa Ranu Pani, kegiatan dimulai menuju ke loket kantor TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) untuk menukarkan bukti pendaftaran online kepada petugas. Nanti petugas akan memberikan formulir checklist dan mengarahkan untuk mengikuti briefingBriefing ini mengantri. Oleh karena itu, semakin pagi kalian datang semakin enak karena belum penuh dengan sesama pendaki lainnya. Setelah selesai, kembali lagi ke loket TNBTS untuk menukarkan checklist yang sudah ditanda tangani oleh perwakilan Savior Semeru dan membayar tiket masuk. Jangan lupa simpan formulir pendaftarannya karena formulir tersebut dibutuhkan untuk check out ketika turun. Saran dari aku simpan di dalam plastik agar tidak basah. Perjalanan siap dimulai.

Camping ground pertama ada di Danau Ranu Kumbolo. Perjalanan normal bisa ditempuh dalam kurun waktu 4 jam. Jadi, apabila berangkat jam 12 siang kalian akan sampai di Ranu Kumbolo pada jam 4 sore. Waktu yang cocok untuk mendirikan tenda tanpa tergesa-gesa karena masih terang dan udara tidak terlalu dingin. Setelah itu silahkan menikmati malam kalian dengan santai dan tawa.



Hari 2

Target camping ground selanjutnya ada di pos Kalimati. Perjalanan dari Ranu Kumbolo ke Kalimati secara normal bisa ditempuh dalam waktu kurun waktu 2 jam. Di hari ke-2 ini, kalian tidak perlu terburu-buru berangkat. Saran dari aku berangkatlah antara jam 9-10 pagi saja karena jam segitu matahari sudah mulai panas menusuk. Di dalam tenda pun menjadi panas. Selama perjalanan naik, nikmati setiap langkahnya karena nantinya ketika turun kalian akan mengalami pengalaman dan sensasi yang berbeda meskipun jalur yang kalian lalui sama.

Kalimati camping ground-nya sangatlah luas jadi tidak perlu berebut tempat yang nyaman. Tantangan disini adalah bagi kalian yang tidak membawa porter bersiaplah untuk mengambil air dengan perjalanan pulang perginya mencapai satu jam dengan medan naik turun. Air diambil di lokasi yang bernama Sumber Mani. Air disitu sangatlah segar. Menurutku jauh lebih segar dibandingkan air di Ranu Kumbolo. Setelah itu silahkan menghabiskan waktu hingga saatnya kembali tertidur.


Hari 3

Apabila kalian merencanakan menuju pucak Semeru, pastikan makan dan minum terlebih dahulu untuk mengisi tenaga. Jalur menuju puncak Semeru membutuhkan tingkat fokus yang tinggi. Nyawa adalah taruhannya. Saran dari aku mulailah perjalanan jam 12 malam. Perjalanan ke puncak ditempuh dalam waktu 6-7 jam. Jadi, nanti di atas akan tepat dengan matahari terbit.


Yang perlu kalian antisipasi adalah jangan terlalu siang untuk sampai di puncak karena Semeru memiliki peraturan larangan yaitu maksimum pendakian jam 10 siang sudah harus turun dari puncak. Di atas jam itu arah angin berubah dan bisa membawa asap belerang yang berbahaya ke arah pendakian. Apabila kalian tidak memuncak silahkan sempatkan bangun sektiar jam 2 atau 3 dini hari. Kalian akan bisa melihat deretan lampu menuju arah puncak. Bukan kunang-kunang. Melainkan lampu dari senter para pendaki. Pasti ada sensasi berbeda ketika melihat itu.



Untuk jam turun ke Ranu Kumbolo lagi bebas kalian tentukan. Kalau kalian memuncak sempatkan istirahat terlebih dulu. Kalian bisa memulai turun sekitar jam 2 siang – 3 sore. Toh ini perjalanan menurun. Tidak akan memakan waktu yang banyak. Sekali lagi, nikmatilah perjalanan dan pemandangan sewaktu turun kembali ke Ranu Kumbolo. Ceritanya akan berbeda dengan ketika kalian naik. Begitu pula ketika di Ranu Kumbolo, nikmatilah keindahannya sebelum besok berpisah.


Hari 4

Hari terakhir biasanya adalah hari terberat karena harus berpisah dengan ketenangan yang disajikan oleh alam. Usahakan turun sekitar jam 9-10 pagi sebelum matahari naik dengan tujuan sampai di Desa Ranu Pani tidak terlalu sore atau bahkan malam. Kalian perlu ketahui bahwa kantor TNBTS ada jam tutupnya. Apabila kalian terlalu malam datang, pastinya tidak akan dilayani yang artinya kalian harus menunggu sampai besok untuk bisa mengakhiri perjalanan. Sewaktu turun pastikan kembali tidak ada sampah yang tertinggal dan ketika perjalanan turun jangan lupa untuk membeli buah semangka karena buah semangka akan memaniskan semangat kalian.


Sesampai kembali di Desa Ranu Pani, laporlah ke kantor TNBTS sekaligus membuang sampah kalian di tempat umum yang telah disediakan. Aku biasanya sudah membuat janji dengan Pak Jaka untuk dijemput jam 1 siang. Jadi, setelah semuanya selesai bisa langsung pulang kembali ke basecamp. Sesampainya di basecamp aku sempatkan membersihkan diri dan menarik napas sebentar lalu dilanjutkan kembali ke kota masing-masing.


Akhir kata ini semua kutuliskan dengan tujuan agar kalian yang membaca ini tidak takut untuk naik ke gunung. Kita bisa banyak belajar di gunung. Perjalanan ke gunung itu bisa dinikmati. Ingatlah puncak adalah bonus dan selalu bawa pulang sampahmu.


Salam Gunung itu Guru

8 tampilan