Agama Hanya Sebuah Ageman

Dalam bahasa Jawa dikenal kata ageman yang berarti pakaian. Bagiku agama hanya sebuah pakaian yang kupakai untuk menjalani hidup yang lebih baik. Pakaian ini bisa kulepas kapanpun atau kuganti kapanpun. Baik tidaknya hidup manusia tidak dinilai dari agamanya apa, melainkan dari baik buruknya perbuatan selama masa hidupnya kepada diri sendiri, sesama makhluk hidup, dan lingkungan sekitar. Sebuah konsep yang tidak semua orang bisa menerima. Ini hanyalah sebuah cerita konsep pribadi. Bacalah cerita ini dengan pikiran yang terbuka.



Pakaian memiliki fungsi dasar sebagai pelindung manusia khususnya tubuh. Manusia bebas mau memakai pelindung atau tidak. Sama halnya dengan agama yang berfungsi sebagai pelindung manusia dari dosa. Manusia bebas untuk memakai agama sebagai pelindung atau tidak. Aku pribadi memakai pakaian agama karena agama melindungiku dari dosa dengan cara memberi tahu pakem hidup yang sesuai dengan nilai kebaikan.


Agama yang dipakai seharusnya tidak menjadi batasan bagi manusia untuk mempelajari agama dan keyakinan yang lain karena memakai satu pakaian tidak menjadi batasan untuk mempelajari bahkan mencoba pakaian yang lain.


Pakaian memiliki banyak model seperti model kaos, kemeja, jaket, dan lain sebagainya. Dari semua model yang ada pada pakaian, tidak ada yang paling benar. Semuanya memiliki fungsi yang berbeda-beda. Apabila kita memakai pakaian sesuai fungsinya seperti memakai jaket untuk melindungi tubuh dari angin dan dingin, maka pakaian itu dapat dikatakan dipakai dengan benar.


Sama halnya dengan agama yang memiliki banyak model pengajaran. Dari semua model pengajaran agama yang ada di dunia ini, tidak ada yang paling benar. Selama ajaran agama itu menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan Ketuhanan, maka dapat dikatakan ajaran agama itu benar. Salah besar kalau ada orang yang mengatakan agamanya adalah jalan menuju surga dan keselamatan terbaik. Itu hanya sebuah kata-kata marketing yang sama dipakai ketika akan menjual barang dagangan.


Boleh saja kalian mendengarkan omongan orang yang menjual agamanya adalah surga dan keselamatan terbaik. Tetapi ingat! Kalian harus tetap menyaring omongan tersebut. Kalian tidak pernah tahu pasti apakah orang yang menjual agamanya itu punya pengalaman diselamatkan? Jangan-jangan dia hanya jual omong kosong. Mengarang sebuah cerita dramatis.


Berhati-hatilah! Makin hari makin banyak orang tidak kompeten yang jualan surga. Pasang filter diri berlapis-lapis.


Sekarang banyak dari kita yang mudah tercuci otak oleh omongan suatu pemuka agama karena kita haus akan surga. Pemuka agama tidak selalu benar, dia sesama manusia juga yang bisa jatuh ke dalam kesalahan. Bisa saja apa yang diucapkan itu sudah tercemar dengan intensi pribadi. Yang disampaikan bukan lagi yang seharusnya, melainkan menjadi apa yang diinginkan olehnya.


Kebanyakan dari kita mencari surga menggunakan jalan keluar termudah dan tercepat yaitu dengan cara mengikuti/aktif dengan kegiatan komunitas keagamaan dengan pola pikir: pelayanan kepada agama berarti semakin dekat dengan Tuhan dan rahmat Tuhan yang dicurahkan akan lebih melimpah. Tidak ada yang salah dengan apa yang kalian perbuat. Tidak ada yang salah dengan berkomunitas agama.


Tetapi coba pikirkan seperti ini. Tuhan itu ada di mana-mana yang berarti ada di setiap tubuh sesama manusia juga dong. Tidak peduli suku, agama, dan ras apapun. Apabila pelayanan baik itu hanya untuk konsumsi komunitas semata apalagi komunitas seagama saja, sedangkan pelayanan baik kalian itu tidak berlaku untuk manusia yang berada di luar komunitas terutama komunitas beda agama, ya buat apa memakai topeng agama sebagai topeng identitas kelakuan diri. Lebih baik dilepas saja, tidak perlu memakai agama. Topeng mungkin bisa menipu sesama manusia. Tetapi Tuhan tidak akan bisa ditipu dengan itu semua.


Apabila ajaran agama yang dikatakan oleh pemuka agama kalian menjadi tembok untuk bertindak kemanusiaan tanpa membeda-bedakan, ya saranku lebih baik kalian segera berganti pakaian.


Ingat sejatinya agama itu menjunjung tinggi kemanusiaan, dan kemanusiaan tidak pernah membeda-bedakan.


Dalam kehidupan berkenegaraan, menurutku pribadi sebenarnya konsep agama adalah ageman sudah disadari oleh pendiri bangsa zaman dulu. Tercermin dalam ideologi Pancasila yang kita pakai bersama. Sila pertama mengatakan Ketuhanan Yang Maha Esa, buka Keagamaan Yang Maha Esa. Agama boleh banyak. Yang penting konsep Tuhan yang Esa tetap dijunjung tertinggi.


Sekian konsep dan pesan yang bisa kuceritakan kepada kalian. Semoga cerita ini bisa bermanfaat bagi kalian. Agama itu penting. Tetapi jangan pernah mau berpikiran sempit karena agama. Sejatinya agama itu hanya sebuah ageman. Sampai jumpa.

0 tampilan